Materi Biologi Bab 7 Kelas 11 tentang Sistem Ekskresi

Materi Biologi Sistem Ekskresi – Sistem ekskresi manusia adalah sistem yang berfungsi untuk mengolah dan membuang sisa metabolisme dan toksin dari dalam tubuh. Jika tidak dikeluarkan dari tubuh, zat ini dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Sistem ekskresi manusia terdiri dari beberapa organ yaitu paru-paru, kulit, hati, usus besar, dan ginjal. Masing-masing organ ekskresi ini memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda untuk membuang limbah dan racun dari dalam tubuh.

Pelajari tentang bagian-bagian berbeda dari sistem ekskresi manusia

Berikut beberapa organ yang termasuk dalam sistem ekskresi manusia dan jenis zat limbah yang dibuangnya:

  1. Ginjal

Manusia memiliki sepasang ginjal yang mirip dengan kacang merah dan berwarna merah-coklat. Setiap ginjal memiliki panjang sekitar 10-12 cm, atau seukuran kepalan tangan orang dewasa.

Organ ini terletak di sisi kanan dan kiri tubuh, yaitu di bagian belakang rongga perut. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah dari ginjal kiri karena dekat dengan hati.

Ginjal menyaring limbah dari makanan, obat-obatan, atau racun ke dalam darah. Selain itu, ginjal juga berperan dalam mengontrol keseimbangan cairan dan kadar elektrolit dalam tubuh. Jika tubuh Anda mengandung kelebihan garam atau mineral, ginjal Anda akan membuangnya.

Sampah yang terkumpul berubah menjadi urin. Urine mengalir dari ginjal ke kandung kemih melalui saluran yang disebut ureter untuk dikeluarkan saat buang air kecil.

  1. Kulit

Kulit manusia mengandung sekitar 2-4 juta kelenjar keringat. Kelenjar ini tersebar di seluruh tubuh, tetapi paling sering ditemukan di telapak tangan, kaki, wajah, dan ketiak.

Kelenjar keringat dibagi menjadi dua jenis:

Kelenjar apokrin menempel langsung ke permukaan kulit dan menghasilkan keringat yang encer dan tidak berbau.

Kelenjar apokrin yang mengeluarkan keringat berminyak dan terkonsentrasi, dan ditemukan di folikel rambut, seperti ketiak dan kulit kepala.

Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ini terutama berfungsi untuk mengontrol suhu tubuh dan melumasi kulit dan rambut. Namun, sebagai bagian dari sistem ekskresi, kelenjar keringat juga berperan dalam mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui keringat yang dihasilkannya.

Ada beberapa jenis racun yang dikeluarkan melalui kelenjar keringat kulit, termasuk logam, bisphenol A, polychlorinated biphenyls, urea, ftalat, dan bikarbonat. Tidak hanya racun, kelenjar keringat di kulit juga bekerja untuk membunuh dan membuang bakteri.

  1. Usus besar

Pada dasarnya usus terbagi menjadi dua bagian, yaitu usus halus dan usus besar. Sebagian besar nutrisi dan sekitar 90% air dalam makanan dan minuman yang dimakan setiap hari diserap di usus kecil.

  Materi Biologi Protozoa

Sementara itu, usus besar bertanggung jawab untuk menyerap sisa air dan nutrisi yang tidak dapat dicerna oleh usus kecil. Setelah diserap, sisa makanan dan minuman diubah menjadi tinja, yang kemudian dikeluarkan melalui anus saat Anda buang air besar.

  1. Hati

Hati adalah organ besar yang beratnya sekitar 1 kilogram. Organ ini terletak di bagian kanan atas rongga perut, tepat di bawah diafragma.

Hati berperan penting dalam proses detoksifikasi atau detoksifikasi. Salah satu zat beracun yang dibuang dan diproses oleh hati adalah amonia, yang merupakan produk limbah dari pemecahan protein.

Jika amonia dibiarkan menumpuk di dalam tubuh, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah pernapasan dan masalah ginjal.

Selain amonia, zat lain yang disekresikan atau diekskresikan oleh hati adalah:

  • Zat beracun dalam darah, misalnya dari alkohol atau penyalahgunaan obat-obatan
  • kerusakan sel darah merah
  • Kelebihan bilirubin, yang dapat menyebabkan penyakit kuning
  1. Paru-paru

Paru-paru adalah salah satu organ utama dalam sistem pernapasan manusia. Dalam proses bernafas, paru-paru merupakan tempat pertukaran oksigen yang diperoleh dari udara ke dalam darah. Darah yang sudah mengandung oksigen akan didistribusikan ke seluruh jaringan dan organ tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Setelah mendapatkan oksigen, setiap sel tubuh akan menghasilkan karbondioksida sebagai produk sampingan dari metabolisme. Karbon dioksida merupakan zat beracun yang dapat berbahaya bagi kesehatan jika terakumulasi dalam darah.

Untuk menghilangkannya, karbon dioksida bergerak melalui darah ke paru-paru dan dihembuskan saat dihembuskan.

Batuk atau bersin juga merupakan mekanisme alami tubuh yang melibatkan paru-paru dan sistem pernapasan untuk mengeluarkan bahan kimia atau gas beracun, debu, kuman, virus, dan benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.

Sistem ekskresi Anda memainkan peran yang sangat besar dalam kesehatan Anda. Pasalnya, jika sistem ekskresi tidak berfungsi secara normal, maka akan banyak zat berbahaya yang dapat menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.

Demikian penjelasan dari admin tentang Materi Biologi Bab 7 Kelas 11 tentang Sistem Ekskresi, semoga dengan adanya artikel diatas bisa menamba wawasan untuk kita semua. Dan masih banyak artikel lain yang bisa teman-teman semua baca hanya di GudangJawaban.com

Leave a Comment

error: This content is protected by DMCA